Tribun Kaltim - Senin, 28 Mei 2012 18:06 WITA
KSAD dan Mendagri Dianugerahi Nama Kehormatan Dayak Lundayeh
Tribun Kaltim - Senin, 28 Mei 2012 14:41 WITA
NUNUKAN, Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Kepala Staf Angkatan Darat
Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo, Senin (28/5/2012) mendapatkan nama
warga kehormatan Dayak Lundayeh.
Pemberian nama kehormatan dari empat
kepala adat di Kecamatan Krayan dan Kecamatan Krayan Selatan yang
disaksikan Bupati Malinau Yansen TP yang juga tokoh adat Dayak Kaltim,
dilakukan disela Pembukaan Operasi Bhakti TNI-AD Kartika Jaya, di Apron
Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan Kecamatan Krayan, Senin (28/5/2012).
Menteri
Dalam Negeri mendapatkan nama kehormatan sebagai Pun Gatum Gina karena
dianggap sebagai tokoh yang mampu mengayomi dan mempersatukan wilayah
kampung satu dengan yang lainnya untuk membina kebersamaan dan
persaudaraan.
Sementara KSAD mendapatkan nama kehormatan Pun Yagun
Turem yakni tokoh yang gigih mempertahankan kedaulatan wilayah adatnya
dengan strategi pertahanan dan antisipasi terhadap serangan yang datang.
Pada kesempatan itu, KSAD juga menyempatkan memberikan penghargaan kepada Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Kedatangan
para petinggi negara ini mendapatkan sambutan yang antusias dari ribuan
warga Long Bawan, Kecamatan Krayan. Meskipun baru sekitar pukul 09.00
para pejabat berdatangan, namun sejak pukul 07.00 pagi warga sudah
berdatangan ke bandara, tempat berlangsungnya acara.
Sambutan warga ini bisa jadi disebabkan langkanya kesempatan seperti ini.
Gubernur Kaltim mengatakan, sejak 65 tahun Indonesia merdeka, baru hari ini ada menteri kabinet yang datang ke Kecamatan Krayan.
Kedatangan
para petinggi negara ini juga menunjukkan perhatian pusat kepada
wilayah yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia ini.
KSAD Resmi Buka Operasi Bhakti di Long Bawan
Tribun Kaltim - Senin, 28 Mei 2012 11:54 WITA
NUNUKAN-
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo, Senin
(28/5/2012) tepat pukul 11.03, di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan,
Kecamatan Krayan, secara resmi menyatakan dibukanya Operasi Bhakti
TNI-AD Kartika Jaya, di wilayah Kodam VI/Mulawarman.
Pada kegiatan
pembukaan yang dihadiri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Wakil
Menteri Pekerjaan Umum, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, Wakil
Gubernur Kaltim Farid Wadjdy, Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal, Bupati
Nunukan Basri dan Bupati Malinau Yansen TP, KSAD menyampaikan,
pelaksanaan kegiatan ini merupakan
tindak lanjut penandantangan nota
kesepahaman bersama antara Pemprov Kaltim dan TNI AD terkait
pengembangan Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, Bandara Long Apung
Kabupaten Malinau dan Bandara Data Dawai di Kutai Barat.
Pengembangan
tiga bandara ini dilakukan secara serentak dengan melibatkan TNI
Angkatan Darat khususnya dari zeni tempur dan perangkat desa ataupun
daerah di Provinsi Kaltim.
Ia mengatakan, operasi ini hendaknya
dilihat untuk memperkokoh kemanunggulan TNI dan rakyat di wilayah
perbatasan RI-dan Malaysia yang memiliki posisi yang sangat penting dan
strategis sebagai beranda depan NKRI.
Sudah selayaknya pembangunan
seluruh aspek di perbatasan terus ditingkatkan. Hal ini diperkuat dengan
adanya Badan Nasional Pembangunan Perbatasan (BNPP) yang bertugas untuk
menetapkan kebijakan program pembangunan perbatasan.
Ia
mengatakan, pembangunan bandara dan sarana pendukung oleh TNI AD dan
Pemprov Kaltim seyogyanya dapat berjalan baik dan tertib sesuai harapan
bersama, serta memberikan nilai tambah yang signifikan di perbatasan.
Mendagri Tiba di Long Bawan
Tribun Kaltim - Senin, 28 Mei 2012 10:38 WITA
NUNUKAN - Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Senin (28/5/2012) kurang pukul 10.00 tiba di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.
Kedatangan menteri dengan menggunakan pesawat cassa milik TNI, didampingi Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Selain Mendagri, telah hadir pula Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo. KSAD dan rombongan yang tiba sekitar 20 menit kemudian dengan menumpang helikopter M-17 milik TNI AD.
Hingga berita ini ditulis, sedang berlangsung pemaparan rencana pelaksanaan Operasi Bhakti TNI-AD Kartika Jaya TA 2012 di Ruang Tunggu Bandara Yuvai Semaring.
Dari tamu-tamu yang hadir, tampak diantaranya Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal dan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy, yang tiba tadi pagi sekitar pukul 09.00. Hadir pula Bupati Malinau Yansen TP dan Bupati Nunukan Basri.
Operasi Bhakti TNI-AD Kartika Jaya, yang rencananya dibuka Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo, Senin (28/5/2012).
Ketua DPRD dan Wagub Kaltim Tiba di Long Bawan
Tribun Kaltim - Senin, 28 Mei 2012 10:30 WITA
 |
| Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal dan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy, Senin (28/5/2012) sekitar pukul 09.00, tiba di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. |
NUNUKAN - Ketua DPRD Kaltim Mukmin Faisyal dan Wakil Gubernur Kaltim Farid Wadjdy, Senin (28/5/2012) sekitar pukul 09.00, tiba di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan.
Kehadiran mereka untuk mengikuti Pembukaan Operasi Bhakti TNI-AD Kartika Jaya, yang rencananya dibuka Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo, Senin (28/5/2012) pagi ini.
Besok Tim Ekspedisi Geser dari Krayan
Tribun Kaltim - Senin, 28 Mei 2012 08:50 WITA
NUNUKAN-
10 personil TNI dari satuan-satuan elit, Selasa (29/5/2012) akan
bergeser dari Long Bawan, Kecamatan Krayan untuk memulai penjelajahan
menuju Kecamatan Lumbis, Kabupaten Nunukan.
"Besok kita bergeser," kata Kapten Marinir Ali, Dantim peneliti Tim Ekspedisi Khatulistiwa Sub Korwil 05, Senin (28/5/2012) ditemui di Long Bawan.
Ia mengatakan, tim penjelajah ini sekitar pukul 14.00 besok bergeser dari Long Bawan ke Long Midang dengan kendaraan roda empat. Di Long Midang, menginap semalam.
"Mereka menginap di dekat patok. Jadi paginya langsung star," ujarnya.
Jarak tempuh Krayan ke Kecamatan Lumbis mencapai 120 kilometer. Waktu tempuh diperkirakan antara tiga sampai empat minggu.
Gubernur Kaltim Diminta Pertajam Program di Perbatasan
Tribun Kaltim - Minggu, 27 Mei 2012 17:10 WITA
NUNUKAN -
Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, Minggu (27/5/2012) meminta Gubernur
Kaltim Awang Faroek Ishak mempertajam program-program yang harus
dilaksanakan untuk mempercepat pembangunan kawasan perbatasan
RI-Malaysia di Kalimantan Timur.
Ketua Badan Nasional Pengelola
Perbatasan (BNPP) ini, saat Pencanangan Percepatan Pembangunan
Perbatasan di Hotel Aniar, Kecamatan Sebatik Timur sore tadi
menjelaskan, sebelum dibentuknya BNPP, pembangunan di daerah perbatasan
dikerjakan daerah masing-masing atau masing-masing kementerian.
Namun
sejak terbentuknya BNPP, sejak tahun lalu sudah ada pembahasan khusus
untuk membangun perbatasan. BNPP telah menyusun grand design pembangunan
perbatasan dengan Malaysia, PNG dan Timor Leste untuk batas darat dan
sejumlah batas laut.
"Saya minta dukungan Gubernur, saya minta ini
dipertajam lagi. Karena ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian di
sini," ujar Mendagri pada acara yang juga dihadiri Menteri Perumahan
Rakyat Djan Faridz, Menkokesra Agung Laksono, dan Wakil Menteri
Pekerjaan Umum serta Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.
Dijelaskan
pula, dalam perencanaannya BNPP telah menetapkan lokasi prioritas di
sejumlah kecamatan perbatasan yang akan terus di up date pemerintah
pusat, provinsi maupun daerah setempat sehingga kecamatan itu lebih baik
dari waktu ke waktu. "Dalam waktu dekat akan kita rapatkan masalah ini," ujarnya.
Dari
informasi, untuk tahun ini dikucurkan anggaran sebesar Rp780 miliar
untuk meningkatkan berbagai fasilitas yang ada di perbatasan RI-Malaysia
di Kaltim.
Diingatkannya, dengan keterbatasan dana yang dimiliki
pemerintah, tentu ada skala prioritas yang perlu dilakukan untuk
membangun kawasan perbatasan. Cita-cita pemerintah saat ini, bagaimana
menjadikan kawasan perbatasan sebagai beranda depan NKRI. "Kita terus
berjuang meminta dukungan semua kementerian, provinsi, kabupaten/kota
untuk bersinergis di kawasan perbatasan," ujarnya.
Pada sambutannya itu Gamawan juga menceritakan betapa luasnya nusantara ini. "Perjalanan
lebih jauh daripada pidato saya. Penerbangan baru sampai Balikpapan,
perjalanannya begitu jauh. Ini sekaligus menunjukkan luasnya wilayah
perbatasan kita," ujarnya.
Dengan batas darat
sepanjang 3.000 kilometer, membangun daerah perbatasan sama saja dengan
membangun tiga kali Pulau Jawa. "Butuh waktu dan proses untuk membangun
itu semua. Karena itu perlu ada skala prioritas," ujarnya.
Ada
tiga hal yang diingatkan Presiden untuk menjadi perhatian di kawasan
perbatasan. Pertama pendidikan terjamin, kedua kesehatan masyarakat dan
ketiga energi. "Ini tiga hal yang terpelihara di kawasan perbatasan. Diluar itu tanggungjawab kementerian lainnya," ujarnya.
Dalam
kunjungannya ke Pulau Sebatik, Mendagri menyerahkan program DIPA tahun
2012 dari kementrian dan lembaga non kementrian. Selain itu
ditandatangani prasasti peletakan batu pertama pembangunan Pos Angkatan
Laut Sungai Pancang, penandatangan prasasti kantor desa, penandatangan
prasasti pembangunan gapura batu perbatasan.
Adapula acara
penyerahan bantuan sarana prasarana budi daya rumput laut, penyerahan
program bantuan pengadaan unit produksi pengolahan buah, peletakkan batu
pertama reklamsi Tanjung Aru.