Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kalbar. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 Mei 2012

11 Patok Perbatasan RI-Malaysia Lenyap

"Patok-patok yang hilang berada di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Kalbar."



Sebanyak 12 orang anggota Tim Penjelajah Sub Korwil 03/Psb Kodam XII Tanjungpura memulai ekspedisi jarak jauh menembus hutan, mendaki lereng dan punggung bukit, ke lokasi di mana patok-patok perbatasan Indonesia-Malaysia ditancapkan.

Mereka bertugas mengecek, mendata, mendokumentasikan patok yang hilang atau rusak. Di koordinat di mana pancang tak ditemukan, bendera Merah Putih akan ditancapkan. Laporan terakhir, tim telah mendata ada 11 patok yang lenyap, dimulai dari patok J001 hingga di koordinat 2716-2547, hingga patok S1300 koordinat 3545-4783. 

"Patok-patok yang hilang berada di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Kapupaten Kapuas Hulu Kalimatan Barat," kata Mayor Sus Bahrudin Zuhri, Pasejarah Sub Korwil 3/Pts, Rabu 2 Mei 2012.

Jarak patok-patok itu  dengan perbatasan negara adalah 0 kilometer. Mereka yang dinyatakan hilang sebagian posisinya melewati Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) wilayah Kalbar, Indonesia, dan sebagian posisinya melewati Taman Nasional Lubuk Entimo (TNLE ) di Malaysia.  

Sus Bahrudin menambahkan, hilangnya patok-patok itu bisa disebabkan beberapa hal. "Kemungkinan di antaranya tertutup semak, tertimbun tanah, atau rusak akibat faktor alam,  maupun manusia," tambah dia.

Selain hilang, juga ditemukan enam patok dalam kondisi rusak yakni, S 1549, S 1526, S1521, S 1520, S 1470, S 1467. 

Sus Bahrudin menjelaskan, selama melakukan penjelajahan di wilayah ketinggian di Hutan Betung Kerihun (TNBK), yang kondisinya sangat lebat dan kabut awan, komunikasi dengan tim di lapangan hanya mengandalkan SMS melalui telepon satelit. "Itupun kalau mendapatkan sinyal, sedangkan untuk radio atau alat komunikasi Raccal dan GTA tidak bisa berfungsi dengan baik akibat kurang kuatnya daya pancar dan faktor medan berhutan lebat," terang dia.

Soal 11 patok hilang, saat dikonfirmasi, Kapendam XII/Tanjungpura  Letnan Kolonel (Inf) Desius mengaku, itu tak masalah. Asalkan, titik koordinatnya masih ada. "Akan kami pasang kembali patoknya yang hilang maupun yang rusak." (sj)
Sumber:  VIVAnews -- Rabu, 2 Mei 2012, 20:22 WIB

Kamis, 03 Mei 2012

Warga Perbatasan Lebih Percaya Dokter Malaysia

BENGKAYANG--MICOM: Warga Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), lebih senang berobat dan memeriksa kesehatan mereka ke Serawak, Malaysia.

"Rumah sakit di sana ditangani dokter asing dan lebih profesional," kata Senga, 30, warga Bengkayang, Kamis (3/5).

Pemilik warung kopi di Pasar Bengkayang itu merasakan sendiri layanan kesehatan tersebut sekitar dua tahun lalu. Saat itu ia memeriksakan kehamilan pertamanya.

Senga menuturkan dari diagnosa dokter di Serawak, diketahui bahwa kandungannya berisi calon bayi kembar tiga. Padahal, usia kandungannya ketika itu masih muda, yakni sekitar dua bulan. Tidak hanya Senga, orang tuanya juga memilih berobat ke Malaysia. Orang tua Senga menjalani penghancuran batu ginjal di salah satu rumah sakit swasta di Serawak.

Keluarga Senga memilih berobat ke Malaysia karena mereka pernah memiliki pengalaman buruk dengan pelayanan medis di Indonesia. Seorang pamannya menderita impotensi setelah menjalani penghancuran batu ginjal di salah satu rumah sakit di Indonesia.

"Setelah dilaser, (serpihan) batu di ginjalnya turun ke saluran kencing. Bentuknya besar-besar dan selalu keluar saat kencing, sehingga menimbulkan infeksi," jelas ibu tiga anak itu.

Menurut Senga kerabat dan kenalannya juga banyak yang memilih berobat ke Serawak. Sebab, ongkos berobat di Negeri Jiran tersebut relatif sama dengan biaya rumah sakit di Indonesia. "Biaya perawatan orang tua saya sekitar Rp20 juta. Kurang lebih sama dengan biaya rumah sakit di Indonesia," ungkapnya.

Kabupaten Bengkayang merupakan satu di antara lima kabupaten di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia. Ada dua kecamatan di Bengkayang yang berbatasan langsung dengan Serawak, yakni Siding dan Jagoi Babang.

Fenomena warga Kalimantan Barat berobat ke Malaysia bukan cerita baru. Tidak hanya warga di perbatasan Indonesia-Malaysia, warga dari kota dan kabupaten lainnya di provinsi tersebut juga banyak yang memilih berobat ke Malaysia.

"Pesawat rute Pontianak-Kuching (ibukota Serawak), sekitar 20% penumpangnya orang sakit," kata Ketua Komite Kerja sama Sosial dan Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) Dewan Perniagaan dan Perindustrian Serawak Datu Salleh Haji Sulaiman di Pontianak, beberapa waktu lalu.

Angka calon pasien tersebut belum termasuk yang berangkat melalui jalur darat. Pelayanan prima dan manusiawi serta kepastian biaya dan diagnosa menjadi alasan utama warga di Kalimantan Barat berobat ke Malaysia. (AR/OL-01)
Sumber: Media Indonesia. Kamis, 03 Mei 2012 17:24 WIB   

Tanah Surga Katanya

Nunukan


Lihat Kabupaten Nunukan di peta yang lebih besar