Tampilkan postingan dengan label Nunukan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nunukan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

Perbatasan Rawan Permasalahan, Menhan Ajak Bersatu

SEBATIK – Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu mengungkapkan, kedatangannya ke kawasan perbatasan dimaksudkan untuk melakukan peninjauan langsung ke perbatasan guna mengetahui segala persoalan yang dihadapi, termasuk masuknya narkoba dan juga kasus trafficing. Menurutnya, hal itu bisa diatasi jika warga dan aparat bersatu.

“Namun dengan adanya polisi, tentara dan pemerintah daerah yang bersatu semua bisa kita atasi. Warga juga harus mendukung kedaulatan negara. Karena kuncinya cuma ini saja,” ujarnya di hadapan warga Aji Kuning, Sebatik sebelum Menhan bertolak menuju Simenggaris Baru.
Dikatakan Menhan, untuk menjaga kedaulatan negara, minimal warga juga turut menjaga tapal batas negara di perbatasan. Tentu hal ini dilakukan dengan bijak, yakni dengan tidak mengintervensi negara tetangga.

“Jika ini sudah tercapai, maka kita akan merasakan kedamaian, negara kita damai, negara tetangga juga damai. Maka jalinlah silaturrahmi dengan baik,” kata Menhan.
Diungkapkan, kedatangannya ke Kaltara yang terpenting adalah meninjau para petugas penjaga perbatasan. Kepada warga perbatasan di area tapal batas, Menhan meminta jika menemukan permasalahan terkait keamanan, untuk segera melapor ke petugas yang ada baik TNI maupun kepolisian.

Ia mengulas kembali persoalan narkoba dimana Nunukan rawan akan transaksi obat terlarang ini. Tingginya angka kematian akibat narkoba sangat memprihatinkan. Ia menegaskan sesuai instruksi Presiden Joko Widodo, bagi pelaku pengedar harus dihukum mati.
“Karena ulahnya bangsa ini rusak. Maka dari itu, mari sama-sama menjaga jangan sampai generasi kita hancur,” ujar Menhan.

Upaya untuk menjaga kedaulatan negara selain kebersamaan, pemerintah juga membangun jalan perbatasan, mulai dari Kalimantan Barat hingga tembus ke Kalimantan Utara. (korankaltim.com 08062015)

Selasa, 05 Mei 2015

Ada Patok Perbatasan Yang Tenggelam

NUNUKAN - Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Pancasila Jiwaku (LSM Panjiku) Mansyur Rincing mengungkapkan patok perbatasan yang berada di Desa Bambangan Kecamatan Sebatik Barat atau sekitar 300 meter masuk kedalam rawa - rawa ditemukan dalam kondisi tenggelam sehingga hanya terlihat bendera Merah Putih yang terikat pada sebatang tiang. Ia menilai bahwa patok merupakan sebuah simbol negara yang tentunya sebagai tanda batas antara negara khususnya Indonesia dan Malaysia. Untuk itu ia berharap agar Panglima TNI dan Menteri Pertahanan untuk segera meninjau patok perbatasan yang ada di Nunukan agar patok tersebut dapat dilakukan perbaikan sebagaimana mestinya. 

Tidak hanya itu, ia juga meminta agar instansi yang berwenang khususnya di Pemerintah Pusat untuk melakukan pengukuran kembali terhadap batas negara dikarenakan ada dugaan di patok 3 Desa Aji Kuning Kecamatan Sebatik Tengah kelebihan sekitar 200 meter.

"Makanya kita berharap instansi berwenang untuk turun kembali mengukur perbatasan kita dan ini merupakan persoalan negara bukan persoalan Kabupaten, jadi tidak bisa Kabupaten menangani seperti ini karena ini batas negara," ucapnya. 

Selanjutnya, mengapresiasi atas kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Nunukan beberapa waktu lalu dan tentunya banyak memberikan dampak kepada masyarakat Nunukan. Untuk itu pula, ia kembali mengingatkan agar Presiden Jokowi untuk kembali memperhatikan patok - patok perbatasan yang mengalami kerusakan maupun hal lainnya termasuk meminta agar patok perbatasan dapat dibuatkan akses jalan sehingga memudahkan bilamana terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. "Itu patok yang tenggelam tidak kelihatan dan saya apresiasi kepada teman - teman aparat yang senantiasa menjaga kedaulatan NKRI diwilayah perbatasan," ucapnya. (tribunnunukan.com 05052015)

Minggu, 16 Maret 2014

Presiden Akan Resmikan Bandara di Perbatasan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dijadwalkan meresmikan Bandara Long Bawan, Kabupaten Nunukan, di kawasan perbatasan Kaltim dengan Malaysia bagian timur, bersamaan dengan peresmian sejumlah proyek besar lain di Kaltim.

"Anggaran yang digunakan untuk pengembangan Bandara Long Bawan pada akhir 2013 sudah tuntas 100 persen sehingga saat ini tinggal melakukan lapisan tambahan pada landasan pacu," ujar Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Zairin Zain di Samarinda, Jumat (7/3).

Ia mengatakan, rencananya peresmian dilakukan secara serentak bertepatan saat Kaltim menjadi tuan rumah Gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) Nasional pada 18-23 Juni 2014 di Stadion Madya Sempaja, Samarinda. Menurut dia, di antara tanggal itulah kemungkinan Presiden akan meresmikan sejumlah proyek sekaligus menghadiri atau membuka Gelar TTG Nasional di Samarinda, Kaltim.

Sejumlah proyek akan diresmikan oleh Presiden antara lain Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, PT Pupuk Kaltim V di Bontang, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kutai Timur, dan pembangkit listrik suplai Sistem Mahakam.

Dalam kesempatan itu Prwsiden juga dijadwalkan melakukan peletakan batu pertama pembangunan kampus Institut Teknologi Kalimantan (ITK), kampus Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI), pembangunan pipa laut oleh Total E&P Indonesia untuk menunjang operasional PT Pupuk Kaltim V, dan pembangunan pelabuhan kargo yang bekerjasama dengan PT Pelindo. (republika.co.id 17032014)

Rabu, 26 Februari 2014

Ribuan siswa di perbatasan ikuti penyuluhan bela negara

Ilustrasi
Ribuan siswa siswi SMA di perbatasan mengikuti penyuluhan bela negara yang dilaksanakan TNI AD dari Satgas Pamtas Yonif 100/Raider Bukit Barisan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Komandan Satgas Pamtas Yonif 100/Raider Bukit Barisan, Letkol Inf Safta Feriansyah di Nunukan, Rabu menyatakan, penyuluhan bela negara ini dilaksanakan untuk meningkatkan rasa nasionalisme para siswa siswi di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

Ia mengaku sengaja menghadirkan siswa siswi sebagai peserta penyuluhan untuk menjaga nasionalisme bagi mereka selaku generasi muda.

Penyuluhan bela negara ini menghadirkan pemateri dari kalangan TNI dan kepolisian setempat dalam rangkaian dari bakti sosial, kata dia.

"Kenapa pesertanya kami ambil dari kalangan siswa siswi karena sebagai generasi muda perlu memahami pentingnya sikap nasionalisme terutama di wilayah perbatasan ini," katanya.

"Kita tidak inginkan rasa memiliki terhadap bangsa dan negara sendiri menjadi luntur, apalagi kondisi di wilayah perbatasan (Indonesia-Malaysia) di Kabupaten Nunukan diketahui bersama ketergantungan sosial ekonomi masyarakat kepada Malaysia sangat tinggi," katanya. (antaranews.com 26022014)

Jumat, 26 Juli 2013

130 Marinir Akan Dikirim ke Ambalat Mewaspadai Gerakan Pasukan Malaysia

SURABAYA - Jumlah pasukan TNI di blok Ambalat terus diperkuat. Termutakhir sebanyak 130 prajurit Petarung Korps Marinir dari Pasmar-1, bakal segera dikirim ke Pulau Ambalat.

Mereka, merupakan anggota korp marinir yang akan melaksanakan Satgas Ambalat XVII TA 2013 yang dipimpin Kapten Marinir A. Fauzi, di Bapra Yonif-5 Marinir, Ujung, Surabaya. Ratusan personel itu, diminta mengamati dan mengawasi gerak pasukan Malaysia di blok tersebut.

Sebelum dikirim, 130 marinir itu mendapat pembekalan dari Komandan Gugus Tempur Laut Wilayah Timur (Danguspurlatim) Laksamana Pertama TNI Arie Soedewo, Selasa (23/7/2013).

"Para prajurit harus melakukan pengamatan dan waspadai gerakan pasukan Malaysia di Pulau Sebatik Utara. Kemudian, pertahankan garis paralel perbatasan di Pulau Sebatik. Laksanakan penyiapan pertahankan garis paralel perbatasan di pulau itu," kata Arie.

Perwira bintang satu ini juga meminta, seluruh prajurit mewaspadai pergerakan dan pergeseran kekuatan Malaysia di sekitar Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik. "Laporkan setiap perubahan perkembangan situasi kepada satuan atas," tandasnya.
Sumber: tribunnews.com - Rabu, 24 Juli 2013
 

Kamis, 23 Mei 2013

Nunukan Kembangkan Energi Surya di Perbatasan

Nunukan (ANTARA Kaltim) - Krisis listrik di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia yang selama ini belum teratasi, memaksa pemerintah kabupaten Nunukan Kalimantan Utara untuk mengembangkan energi tenaga surya serta tenaga mikro hidro melalui program "perbatasan terang benderang", demikian laporan dengan mengutip pernyataan pejabat PLN setempat, Senin.

Harapan masyarakat perbatasan untuk bisa menikmati listrik, layak menjadi pertimbangan. Sebagaimana kelayakan hidup masyarakat lainnya, maka masyarakat di wilayah perbatasan pun tentunya berhak untuk demikian.

Terkait dengan upaya menumbuhkan kehidupan layak bagi masyarakat di wilayah itu, maka diharapkan melalui program "Perbatasan Terang Benderang" tersebut benar-benar mampu menjawab segala persoalan kelistrikan di Kabupaten Nunukan yang kondisi geografisnya terdiri dari berbagai pulau dan masyarakatnya hidup berkelompok.

Upaya pemerintah daerah setempat untuk membenahi sektor kelistrikan itu, sebelumnya Kepala Bidang Ketenagalistrikan Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Nunukan, Yosua Batara Payangan, menyatakan telah dilakukan berbagai langkah dengan menganggarkan pengadaan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di wilayah Pulau Sebatik dan daerah lainnya yang tidak bisa dibangunkan jaringan listrik.

Selain itu, pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) di Kecamatan Krayan dan Krayan Selatan hidro mikro, pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Kecamatan Sembakung dan Lumbis ditambah lagi pembangunan PLTD di Desa Pembeliangan Kecamatan Sebuku baru-baru ini.

Ia menyadari, upaya pemerintah daerah itu masih jauh dari harapan masyarakat berhubung belum dapat merealisasikan keinginannya secara keseluruhan. Tetapi dengan adanya program "Perbatasan Terang Benderang" ini dapat menjadi solusi mengatasi krisis listrik di wilayah itu secara bertahap.

Sebagaimana yang disampaikan General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Timur, I Nyoman S pada saat peresmian pemakaian PLTD Desa Pemeliangan bahwa pihaknya akan terus berupaya menerangi seluruh wilayah nusantara. Dan diperkirakan 2020, sekitar 90 persen wilayah Indonesia telah dapat teraliri listrik.

Menurutnya, listrik memang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat saat ini termasuk di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia.

I Nyoman S menyatakan, dengan dibangunnya pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) di Sebaung dengan kekuatan daya 2X5 megawatt dapat menjadi solusi awal mengatasi listrik di Kabupaten Nunukan. Pembangkit ini akan mengaliri dua pulau yakni Pulau Nunukan dan Sebatik menggunakan kabel bawah laut.

PLTG yang saat ini dalam proses pembangunan jaringan saluran udaranya dan diperkirakan Juni 2013 telah berfungsi, maka PLTS yang ada di Pulau Sebatik dengan kekuatan daya 340 kilowatt yang dapat mengaliri 800-1.000 rumah pelanggan dapat dipindahkan ke Kecamatan Sebuku yang belum mendapatkan pelayanan listrik, kata GM PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara.

"Sejumlah upaya yang telah dilakukan Pemkab Nunukan dalam hal pengadaan listrik di wilayahnya patut diacungi jempol. Karena yang saya ketahui, pemda Nunukan sangat intens membenahi sektor ini," ucap I Nyoman S di Sebuku.

Sehubungan dengan itu, dia menyatakan telah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 pada pasal 4 yang menyatakan bahwa pemerintah dan pemerintah daerah berkewajiban menyediakan dana untuk sarana listrik bagi masyarakat yang tidak mampu dan pedesaan, daerah terpencil serta wilayah perbatasan.

Ia berjanji melalui aturan ini, PT PLN siap bekerjasama dalam hal pengoperasian dan pelayanan listrik bagi masyarakat di Kabupaten Nunukan agar program 2020 itu dapat pula terealisasikan.

I Nyoman S menjelaskan bahwa sampai saat ini wilayah Provinsi Kaltim dan Kaltara yang telah teraliri listrik sekitar 72 persen atau jauh lebih baik dibandingkan dengan Provinsi Banten dan Nusa Tenggara Timur yang baru sekitar 67 persen dan 60 persen.

Jadi, pelayanan listrik bagi masyarakat Provinsi Kaltim dan Kaltara termasuk masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan jauh lebih baik.

Sementara itu, Bupati Nunukan, Drs Basri mengungkapkan Pemkab Nunukan selalu berupaya melayani masyarakatnya dengan ketersediaan listrik melalui program "Perbatasan Terang Benderang" yakni senantiasa menyisipkan anggaran pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) setiap tahunnya.

Menurut Basri, apabila listrik tidak ada maka segala keperluan masyarakat di wilayah perbatasan ini akan terhambat termasuk investasi akan sulit masuk menanamkan modalnya.

Oleh karena itu, dia sangat mengharapkan kerjasama PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara senantiasa bahu membahu mengatasi krisis listrik di wilayah perbatasan ini.


Terintegrasi

Kepala Bidang Ketenagalistrikan Distamben dan SDM Kabupaten Nunukan, Yosua Batara Payangan menyatakan, dalam waktu dekat ini Pemkab Nunukan telah memprogramkan pula pembangunan PLTD yang merupakan pembangkit integrasi pada tiga kecamatan sekaligus yakni Kecamatan Sembakung, Tulin Onsoi dan direncanakan pembangkitnya berada di Kecamatan Sebuku.

PLTD yang akan dibangun tersebut berkekuatan daya sebesar 3 megawatt, pembangunan jaringannya dimulai dari Desa Atap Kecamatan Sembakung hingga Desa Pembeliangan Kecamatan Sebuku dengan panjang sekitar 27,5 kilometer.

Pembangunan pembangkit ini, kata Yosua untuk mengatasi krisis listrik di wilayah tersebut dan hal ini telah dikoordinasikan dengan PT PLN (Persero) Wilayah Kaltim dan Kalimantan Utara menyangkut segala perencanaannya.

"Pembangkit listrik itu nantinya akan dibangun di Sebuku karena kecamatan ini berada di tengah-tengah dari ketiga kecamatan yang dialiri tersebut," sebut Yosua seraya menambahkan juga akan mengaliri Desa Sekikilan, SP1, SP2 dan SP3.

Pembangkit ini akan dikerjasamakan yaitu PT PLN yang menanggung pembangunan jaringan dari Desa Atap menuju Kecamatan Sebuku sepanjang 27,5 kilometer tadi dan Pemkab Nunukan yang membangun jaringan dari Desa pembeliangan Kecamatan Sebuku menuju Desa Atap sepanjang lima kilometer.
Sumber: antarakaltim.com - 20 Mei 2013

Senin, 13 Mei 2013

650 Pasukan Yonif 407 Padma Kodam IV Diponegoro Kembali

Sebanyak 650 anggota Yonif 141 AYJP mengikuti upacara pelepasan pasukan ke Kaltim di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Selasa (7/5/2013).Upacara pelepasan dipimpin langsung Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Nugroho Widyotomo. Pasukan ini diberangkatkan dengan KRI Teluk Ratai 509. (TRIBUN SUMSEL/ABRIANSYAH LIBERTO)
NUNUKAN- Sebanyak 650 prajurit Yonif 407 Padma Kusuma Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah, akan mengakhiri tugas sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Republik Indonesia-Malaysia di Kalimantan Timur, setelah bertugas sejak pertengahan Oktober 2012.

"Pada 16 pagi sudah datang Satgas 141 dari Palembang. Terus kalau tanggal 16 sampai, penarikan pasukan sekitar sepekan, berarti sekitar 21 Mei nanti mungkin sudah bergeser," ujar Komandan Satgas Pamtas Yonif 407 Padma Kusuma, Mayor Inf Ari Aryanto, Minggu (12/5/2013).

Aryanto mengatakan, prajurit Yonif 407 Padma Kusuma akan kembali ke homebase di Tegal, Jawa Tengah.

"Ini kan tugas operasi. Kita akan kembali ke homebase. Di sana kita latihan lagi. Nanti tugas di mana lagi tergantung pada pimpinan," ujarnya.

Menjelang berakhirnya tugas Yonif 407 Padma Kusuma di perbatasan RI-Malaysia, Minggu (12/5/2013) diadakan dzikir dan doa bersama di Lapangan Mako Satgas Pamtas, Jalan Fatahillah, Kecamatan Nunukan. Acara yang digelar bekerjasama dengan Majelis Dzikir Al-Inabah Kabupaten Nunukan ini, sekaligus wadah silahturahmi dengan masyarakat Nunukan di akhir masa tugas sebagai Satgas Pamtas RI-Malaysia.

Selain prajurit dan warga Nunukan, acara itu juga dihadiri para pejabat dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Kabupaten Nunukan, para wanita dari Majelis Taklim dan masyarakat sekitar.

Para peserta doa dan dzikir begitu khusyuk membacakan ayat suci Al Quran. Mereka terbagi pada empat tenda masing-masing, dua tenda diisi para wanita, satu tendanya diisi ratusan prajurit Satgas Pamtas 407 Padma Kusuma yang berbaur bersama masyarakat. Sementara tenda utama diisi Aryanto, penggiat Majelis Dzikir Al-Inabah Kabupaten Nunukan dan pimpinan SKPD di lingkungan Pemda Nunukan. Doa dan dzikir juga diisi ceramah Ustad Romli Ismail.

Menurut Aryanto, kegiatan seperti ini sebenarnya rutin digelar Majelis Dzikir Al-Inabah setiap dua pekan sekali. Saat itu, prajurit Yonif 407 Padma Kusuma berbaur bersama masyarakat mengikuti acara itu.

Rencananya, kegiatan serupa kembali digelar pada 19 Mei 2013. Kegiatan tersebut akan melibatkan prajurit dari satgas pamtas yang baru.

"Biar mereka sama-sama berkenalan dengan masyarakat. Biar dilanjutkan kegiatan ini," ujarnya.
Sumber: tribunnews.com - Minggu, 12 Mei 2013
 

Jumat, 17 Agustus 2012

Warga Perbatasan Kibarkan 1.000 Merah Putih

Nunukan - 1.000 bendera Merah-Putih dikibarkan oleh masyarakat perbatasan Indonesia-Malaysia di Kecamatan Lumbis Ogong, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

"Setiap tahunnya peringatan HUT RI di perbatasan ini selalu disambut dengan sejumlah kegiatan yang membuktikan rasa nasionalisme dan cinta tanah air," kata Kasubag Humas pemkab Nunukan, Hasan Basri, di Nunukan, Kamis (16/8/2012). Demikian dikutip dari Antara.

Dia menjelaskan peringatan HUT RI di Pulau Sebatik antara lain dengan upacara pengibaran bendera Merah Putih yang dipusatkan di Lapangan Sei Taiwan Kecamatan Sebatik, juga peresmian tugu "Garuda Kencana" di Desa Seberang Kecamatan Sebatik Tengah.

Di ibukota Kabupaten Nunukan agenda kegiatan menyambut HUT RI adalah pengukuhan pasukan pengibar bendera di Gedung Perpustakaan Daerah dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jaya. "Kedua kegiatan ini digelar pada Kamis malam," katanya.
Sumber: inilah.com Jumat, 17 Agustus 2012

Rabu, 08 Agustus 2012

Malam Ini Bupati Nunukan Canangkan Program Perbatasan Terang

Bupati Nunukan Basri, Rabu (8/8/2012) malam ini mencanangkan program "Perbatasan Terang Benderang" di Seunit Pemukiman (SP) 3, Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan.

Kepala Bidang Kelistrikan Dinas Pertambangan dan Energi Nunukan Yoshua Bathara menjelaskan, SP 3 Sebuku termasuk kawasan yang mendapatkan alokasi bantuan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tersebar dari PT PLN.

Untuk program ini, Kabupaten Nunukan mendapatkan jatah hingga 3.000 unit. SP 3 sesuai potensi pelanggan mendapatkan 400 unit. Saat ini PLTS dimaksud sudah terpasang.

Program dimaksud juga menyentuh warga di kelompok Binter yang terdiri dari empat desa di Kecamatan Lumbis Ogong dengan potensi pelanggan mencapai  200 rumah tangga. Sementara untuk Desa Pulau Keras di Kecamatan Sembakung, potensi pelanggan mencapai 74 rumah tangga.

"Kalau SP 3 sudah terpasang. Lumbis Ogong dan Pulau Keras kita sudah sosialisasi dan kita sudah tahu potensi warga yang berhak," ujarnya.

Dijelaskan, warga yang mendapatkan alokasi bantuan PLTS ini secara otomatis menjadi pelanggan PT PLN.

Mereka harus memiliki deposit di bank sebesar Rp500.000 atas nama pelanggan. Selanjutnya PT PLN akan melakukan pemotongan sebesar Rp35.000 setiap bulannya langsung dari rekening pelanggan.

Sebagai bagian dari program Perbatasan Terang Benderang, tahun 2013 akan dibangun jaringan tegangan menengah sepanjang lima kilometer di Desa Intin, Kecamatan Lumbis.
Sumber: Tribunkaltim 

https://encrypted-tbn2.google.com/images?q=tbn:ANd9GcTmxlGJa6cqiiMyBakGB123QqAaQzUFxHird17ZHYeB3lKu3262aOw3Hw

Jumat, 25 Mei 2012

6 Menteri Berkunjung ke Krayan Kabupaten Nunukan

KSAD dan 6 Menteri Buka Operasi Perbatasan Kaltim
Tribun Kaltim - Jumat, 25 Mei 2012 16:55 WITA
KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo direncakanan datang bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Sosial dan Menteri Perumahan Rakyat untuk membuka  Operasi Bakti Kartika Jaya

"Pembukaan direncanakan tanggal 28 Mei 2012 di Long Bawan, Nunukan," kata Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subekti, Jumat (25/5/2012.

Ia mengatakan, dengan bandara dan jalan pendukung yang baik, akses keluar dan masuk perbatasan akan semakin baik. Secara langsung, ketersediaan bahan pokok tidak lagi bergantung pada negara tetangga Malaysia. "Harga sembako diharapkan juga akan relatif sama dengan daerah lain di Kaltim," ujarnya.

Sebelumnya, Subekti bersama Staf Ahli Gubernur Kaltim bidang Polititik, Hukum dan Keamanan, Kolonel Arm Yudha Pratama, menyaksikan penandatangan perjanjian kerjasama yang dilakukan Direktur Zeni Angkatan Darat Brigjen TNI Zainal Arifin dan Kepala Dishub Kaltim Zairin Zain.

Kolonel Arm Yudha Pratama yang membacakan sambutan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, mengatakan, penandatangan itu adalah tindak lanjut penandatanganan kesepakatan bersama No.119/1309/BPPWK.A/2012 dan No: Kerma/1/III/2012 antara Pemprov Kaltim dengan TNI AD di Jakarta, tanggal 8 Maret 2012. Kesepakatan bersama itu ditandatangani Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.
Bandara Long Bawan, Krayan, Dipenuhi TNI
IMG01771-20120525-1439.jpg
Sejumlah anggota TNI, Jumat (25/5/2012) mempersiapkan tempat pelaksanaan Pembukaan Operasi Bhakti Kartika Jaya, di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan.
Tribun Kaltim - Jumat, 25 Mei 2012 18:34 WITA
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Puluhan anggota TNI, Jumat (25/5/2012) tampak sibuk di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan.
Mereka sedang mempersiapkan upacara pembukaan Operasi Bhakti Kartika Jaya, yang berlangsung Senin (28/5/2012) mendatang.

Selain mempersiapkan kendaraan dan alat berat serta mendirikan tenda pelaksanaan upacara, adapula yang sibuk menyiapkan terminal bandara untuk dijadikan tempat pemaparan rencana pelaksanaan operasi. Sebagian diantaranya mengangkat peralatan yang dibutuhkan saat pelaksanaan upacara nanti.

Kegiatan itu akan dibuka Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo, serta dihadiri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto.

Secara umum, pelaksanaan operasi bhakti di Krayan yang difokuskan di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, meliputi pengurangan rawa +over run +resa, perpanjangan landasan pacu dan turning area 100 x 30 meter,  rekonstruksi dan pelebaran landasan exis ing 893 x 30 meter, pemantapan shulder, overlaxy taxi way eksisting, dan pembuatan saluran drainase.
Kodam VI Mulawarman Mobilisasi Wartawan ke Krayan
helikopter_tni.jpg
Helikopter M-17 milik TNI yang mengangkut rombongan wartawan dan personil TNI, Jumat (25/5/2012) saat tiba di Long Bawan
Tribun Kaltim - Jumat, 25 Mei 2012 15:44 WITA
Meskipun pelaksanaan Operasi Bhakti Kartika Jaya baru akan dibuka, Senin (28/5/2012) oleh  Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo, namun Kodam VI/Mulawarman, Jumat (25/5/2012) hari ini sudah memobilisasi para wartawan yang akan meliput pembukaan kegiatan yang juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

Dengan didampingi Kapendam VI Mulawarman Letkol Inf Legowo, wartawan yang terdiri dari Tribun Kaltim, Balikpapan TV, RRI, Tarakan TV dan Radar Tarakan, berangkat menggunakan helikopter M-17 milik TNI AD sekitar pukul 13.30 dari Bandara Juwata Tarakan menuju ke Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Butuh waktu selama sekitar satu jam menempuh perjalanan bersama para perwira Kodam V/Mulawarman dan Kodim di wilayah utara Kaltim.

Dalam sehari, helikopter milik TNI ini bisa tiga kali bolak balik Long Bawan-Tarakan, untuk mengangkut personil TNI termasuk peralatan yang dibutuhkan saat pembukaan kegiatan ini. Mobilisasi sudah berlangsung selama tiga hari.

Long Bawan, Kecamatan Krayan, hanya bisa dijangkau dengan menggunakan angkutan udara dari Tarakan maupun ibukota Kabupaten Nunukan.

Pagi Ini Gladi Pembukaan Ops Bhakti TNI di Krayan
Tribun Kaltim - Sabtu, 26 Mei 2012 09:02 WITA

gladi.jpg
tribun kaltim/niko ruru
Sejak pukul 06.30 para personil TNI sudah tampak berada di apron bandara yang akan digunakan sebaga tempat pelaksanaan upacara.
 
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Herry Setya, Sabtu (26/5/2012) sekitar pukul 07.30 memberikan pengarahan kepada para prajurit TNI di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan. Para prajurit diperintahkan untuk untuk melengkapi kebutuhan upacara termasuk membersihkan rumput yang berada di sekitar areal upacara.

Persiapan pelaksanaan upacara terus dilakukan, untuk pembukaan Operasi Bhakti TNI-AD Kartika Jaya, yang akan dibuka Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI  Pramono Edhie Wibowo, Senin (28/5/2012).

Pagi ini, digelar gladi upacara pembukaan. Sejak pukul 06.30 para personil TNI sudah tampak berada di apron bandara yang akan digunakan sebaga tempat pelaksanaan upacara.

Kapendam VI Mulawarman Letkol Inf Legowo kepada wartawan menjelaskan, hari ini dilaksanakan gladi bersih pelaksanaan pembukaan kegiatan dimaksud.

"Besok sudah clear area. Tidak boleh ada lagi kegiatan di sini," ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah pelaksanaan upacara Senin nanti, wartawan akan diberikan kesempatan untuk mewawancarai KSAD.

"Nanti setelah pembukaan, sebelum peletakan batu pertama pembangunan bandara, wartawan akan diberikan kesempatan untuk wawancara," ujarnya, Sabtu (26/5/2012) pagi ini.


BERITA FOTO: Alat Berat TNI di Long Bawan-Nunukan
Tribun Kaltim - Sabtu, 26 Mei 2012 10:06 WITA
 
 

alat_berat_TNI_NIKO_RURU.jpg
tribun kaltim/niko ruru
 
NUNUKAN, tribunkaltim.co.id - Sejumlah dump truck dan alat berat, Sabtu (26/5/2012) terparkir di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan. Alat berat ini akan digunakan untuk pelaksanaan Operasi Bhakti TNI-AD Kartika Jaya.

Pelaksanaan operasi bhakti di Krayan yang difokuskan di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, meliputi pengurangan rawa +over run +resa, perpanjangan landasan pacu dan turning area 100 x 30 meter,  rekonstruksi dan pelebaran landasan existing 893 x 30 meter, pemantapan shoulder, overlay taxiway existing, dan pembuatan saluran drainase.

Penulis : Niko Ruru
Editor : Fransina

Sumber : Tribun Kaltim

Kamis, 03 Mei 2012

Mendagri akan Kunjungi Kecamatan Krayan-Nunukan

Gunawa Fausi

NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, 28 Mei dijadwalkan berkunjung ke Kecamatan Krayan. Gamawan merupakan satu-satunya menteri yang pernah menginjakkan kaki di daerah terisolir yang berbatasan dari dengan Serawak, Malaysia itu.

Bupati Nunukan Basri mengatakan, 27 Mei Mendagri  beserta sejumlah menteri yang berada dibawah koordinasi Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Gubernur Kaltim dan Bupati se-Kaltim dijawalkan berkunjung ke Pulau Sebatik. Selanjutnya 28 Mei, rombongan bertolak ke Kecamatan Krayan.

“Kemudian 29 kita di Grand Senyiur, Balikpapan. Seluruh Bupati di Kalimantan Timur  dan Kalimantan Barat, jadi satu merapat semua ke Balikpapan. Kita akan bicarakan pengembangan kawasan perbatasan,” ujarnya.

Sementara itu Camat Krayan Samuel ST Padan mengatakan, rencana kedatangan menteri telah dipersiapkan Pemkab Nunukan maupun pihak pemerintah kecamatan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari deklarasi pembangunan kawasan perbatasan Indonesia. Kecamatan Krayan termasuk lokasi prioritas satu dalam program BNPP.


“Dari panitia kabupaten sudah dibentuk. Kita tinggal menunggu pembicaraan, ada rapat di provinsi dan Jakarta. Kita tunggu lagi. Tapi saya tanya, sudah ada kepastian tanggal 28,” ujarnya.


Samuel berharap, pada acara itu Mendagri
dapat berdialog dengan masyarakat. Setelah kunjungban dimaksud, diharapkan pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap daerah yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia itu.
Sumber:Tribun Kaltim - Kamis, 3 Mei 2012 18:32 WITA             

Tanah Surga Katanya

Nunukan


Lihat Kabupaten Nunukan di peta yang lebih besar