Jumat, 25 Mei 2012

6 Menteri Berkunjung ke Krayan Kabupaten Nunukan

KSAD dan 6 Menteri Buka Operasi Perbatasan Kaltim
Tribun Kaltim - Jumat, 25 Mei 2012 16:55 WITA
KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo direncakanan datang bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Lingkungan Hidup, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Sosial dan Menteri Perumahan Rakyat untuk membuka  Operasi Bakti Kartika Jaya

"Pembukaan direncanakan tanggal 28 Mei 2012 di Long Bawan, Nunukan," kata Pangdam VI Mulawarman Mayjen TNI Subekti, Jumat (25/5/2012.

Ia mengatakan, dengan bandara dan jalan pendukung yang baik, akses keluar dan masuk perbatasan akan semakin baik. Secara langsung, ketersediaan bahan pokok tidak lagi bergantung pada negara tetangga Malaysia. "Harga sembako diharapkan juga akan relatif sama dengan daerah lain di Kaltim," ujarnya.

Sebelumnya, Subekti bersama Staf Ahli Gubernur Kaltim bidang Polititik, Hukum dan Keamanan, Kolonel Arm Yudha Pratama, menyaksikan penandatangan perjanjian kerjasama yang dilakukan Direktur Zeni Angkatan Darat Brigjen TNI Zainal Arifin dan Kepala Dishub Kaltim Zairin Zain.

Kolonel Arm Yudha Pratama yang membacakan sambutan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak, mengatakan, penandatangan itu adalah tindak lanjut penandatanganan kesepakatan bersama No.119/1309/BPPWK.A/2012 dan No: Kerma/1/III/2012 antara Pemprov Kaltim dengan TNI AD di Jakarta, tanggal 8 Maret 2012. Kesepakatan bersama itu ditandatangani Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan KSAD Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo.
Bandara Long Bawan, Krayan, Dipenuhi TNI
IMG01771-20120525-1439.jpg
Sejumlah anggota TNI, Jumat (25/5/2012) mempersiapkan tempat pelaksanaan Pembukaan Operasi Bhakti Kartika Jaya, di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan.
Tribun Kaltim - Jumat, 25 Mei 2012 18:34 WITA
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Puluhan anggota TNI, Jumat (25/5/2012) tampak sibuk di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan.
Mereka sedang mempersiapkan upacara pembukaan Operasi Bhakti Kartika Jaya, yang berlangsung Senin (28/5/2012) mendatang.

Selain mempersiapkan kendaraan dan alat berat serta mendirikan tenda pelaksanaan upacara, adapula yang sibuk menyiapkan terminal bandara untuk dijadikan tempat pemaparan rencana pelaksanaan operasi. Sebagian diantaranya mengangkat peralatan yang dibutuhkan saat pelaksanaan upacara nanti.

Kegiatan itu akan dibuka Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo, serta dihadiri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto.

Secara umum, pelaksanaan operasi bhakti di Krayan yang difokuskan di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, meliputi pengurangan rawa +over run +resa, perpanjangan landasan pacu dan turning area 100 x 30 meter,  rekonstruksi dan pelebaran landasan exis ing 893 x 30 meter, pemantapan shulder, overlaxy taxi way eksisting, dan pembuatan saluran drainase.
Kodam VI Mulawarman Mobilisasi Wartawan ke Krayan
helikopter_tni.jpg
Helikopter M-17 milik TNI yang mengangkut rombongan wartawan dan personil TNI, Jumat (25/5/2012) saat tiba di Long Bawan
Tribun Kaltim - Jumat, 25 Mei 2012 15:44 WITA
Meskipun pelaksanaan Operasi Bhakti Kartika Jaya baru akan dibuka, Senin (28/5/2012) oleh  Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal (TNI) Pramono Edhie Wibowo, namun Kodam VI/Mulawarman, Jumat (25/5/2012) hari ini sudah memobilisasi para wartawan yang akan meliput pembukaan kegiatan yang juga dihadiri Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi dan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono.

Dengan didampingi Kapendam VI Mulawarman Letkol Inf Legowo, wartawan yang terdiri dari Tribun Kaltim, Balikpapan TV, RRI, Tarakan TV dan Radar Tarakan, berangkat menggunakan helikopter M-17 milik TNI AD sekitar pukul 13.30 dari Bandara Juwata Tarakan menuju ke Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan. Butuh waktu selama sekitar satu jam menempuh perjalanan bersama para perwira Kodam V/Mulawarman dan Kodim di wilayah utara Kaltim.

Dalam sehari, helikopter milik TNI ini bisa tiga kali bolak balik Long Bawan-Tarakan, untuk mengangkut personil TNI termasuk peralatan yang dibutuhkan saat pembukaan kegiatan ini. Mobilisasi sudah berlangsung selama tiga hari.

Long Bawan, Kecamatan Krayan, hanya bisa dijangkau dengan menggunakan angkutan udara dari Tarakan maupun ibukota Kabupaten Nunukan.

Pagi Ini Gladi Pembukaan Ops Bhakti TNI di Krayan
Tribun Kaltim - Sabtu, 26 Mei 2012 09:02 WITA

gladi.jpg
tribun kaltim/niko ruru
Sejak pukul 06.30 para personil TNI sudah tampak berada di apron bandara yang akan digunakan sebaga tempat pelaksanaan upacara.
 
NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Komandan Kodim 0911/Nunukan Letkol Herry Setya, Sabtu (26/5/2012) sekitar pukul 07.30 memberikan pengarahan kepada para prajurit TNI di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan. Para prajurit diperintahkan untuk untuk melengkapi kebutuhan upacara termasuk membersihkan rumput yang berada di sekitar areal upacara.

Persiapan pelaksanaan upacara terus dilakukan, untuk pembukaan Operasi Bhakti TNI-AD Kartika Jaya, yang akan dibuka Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI  Pramono Edhie Wibowo, Senin (28/5/2012).

Pagi ini, digelar gladi upacara pembukaan. Sejak pukul 06.30 para personil TNI sudah tampak berada di apron bandara yang akan digunakan sebaga tempat pelaksanaan upacara.

Kapendam VI Mulawarman Letkol Inf Legowo kepada wartawan menjelaskan, hari ini dilaksanakan gladi bersih pelaksanaan pembukaan kegiatan dimaksud.

"Besok sudah clear area. Tidak boleh ada lagi kegiatan di sini," ujarnya.
Ia menjelaskan, setelah pelaksanaan upacara Senin nanti, wartawan akan diberikan kesempatan untuk mewawancarai KSAD.

"Nanti setelah pembukaan, sebelum peletakan batu pertama pembangunan bandara, wartawan akan diberikan kesempatan untuk wawancara," ujarnya, Sabtu (26/5/2012) pagi ini.


BERITA FOTO: Alat Berat TNI di Long Bawan-Nunukan
Tribun Kaltim - Sabtu, 26 Mei 2012 10:06 WITA
 
 

alat_berat_TNI_NIKO_RURU.jpg
tribun kaltim/niko ruru
 
NUNUKAN, tribunkaltim.co.id - Sejumlah dump truck dan alat berat, Sabtu (26/5/2012) terparkir di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan. Alat berat ini akan digunakan untuk pelaksanaan Operasi Bhakti TNI-AD Kartika Jaya.

Pelaksanaan operasi bhakti di Krayan yang difokuskan di Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, meliputi pengurangan rawa +over run +resa, perpanjangan landasan pacu dan turning area 100 x 30 meter,  rekonstruksi dan pelebaran landasan existing 893 x 30 meter, pemantapan shoulder, overlay taxiway existing, dan pembuatan saluran drainase.

Penulis : Niko Ruru
Editor : Fransina

Sumber : Tribun Kaltim

Sabtu, 05 Mei 2012

11 Patok Perbatasan RI-Malaysia Lenyap

"Patok-patok yang hilang berada di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Kalbar."



Sebanyak 12 orang anggota Tim Penjelajah Sub Korwil 03/Psb Kodam XII Tanjungpura memulai ekspedisi jarak jauh menembus hutan, mendaki lereng dan punggung bukit, ke lokasi di mana patok-patok perbatasan Indonesia-Malaysia ditancapkan.

Mereka bertugas mengecek, mendata, mendokumentasikan patok yang hilang atau rusak. Di koordinat di mana pancang tak ditemukan, bendera Merah Putih akan ditancapkan. Laporan terakhir, tim telah mendata ada 11 patok yang lenyap, dimulai dari patok J001 hingga di koordinat 2716-2547, hingga patok S1300 koordinat 3545-4783. 

"Patok-patok yang hilang berada di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK), Kapupaten Kapuas Hulu Kalimatan Barat," kata Mayor Sus Bahrudin Zuhri, Pasejarah Sub Korwil 3/Pts, Rabu 2 Mei 2012.

Jarak patok-patok itu  dengan perbatasan negara adalah 0 kilometer. Mereka yang dinyatakan hilang sebagian posisinya melewati Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) wilayah Kalbar, Indonesia, dan sebagian posisinya melewati Taman Nasional Lubuk Entimo (TNLE ) di Malaysia.  

Sus Bahrudin menambahkan, hilangnya patok-patok itu bisa disebabkan beberapa hal. "Kemungkinan di antaranya tertutup semak, tertimbun tanah, atau rusak akibat faktor alam,  maupun manusia," tambah dia.

Selain hilang, juga ditemukan enam patok dalam kondisi rusak yakni, S 1549, S 1526, S1521, S 1520, S 1470, S 1467. 

Sus Bahrudin menjelaskan, selama melakukan penjelajahan di wilayah ketinggian di Hutan Betung Kerihun (TNBK), yang kondisinya sangat lebat dan kabut awan, komunikasi dengan tim di lapangan hanya mengandalkan SMS melalui telepon satelit. "Itupun kalau mendapatkan sinyal, sedangkan untuk radio atau alat komunikasi Raccal dan GTA tidak bisa berfungsi dengan baik akibat kurang kuatnya daya pancar dan faktor medan berhutan lebat," terang dia.

Soal 11 patok hilang, saat dikonfirmasi, Kapendam XII/Tanjungpura  Letnan Kolonel (Inf) Desius mengaku, itu tak masalah. Asalkan, titik koordinatnya masih ada. "Akan kami pasang kembali patoknya yang hilang maupun yang rusak." (sj)
Sumber:  VIVAnews -- Rabu, 2 Mei 2012, 20:22 WIB

Kamis, 03 Mei 2012

Warga Perbatasan Lebih Percaya Dokter Malaysia

BENGKAYANG--MICOM: Warga Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat (Kalbar), lebih senang berobat dan memeriksa kesehatan mereka ke Serawak, Malaysia.

"Rumah sakit di sana ditangani dokter asing dan lebih profesional," kata Senga, 30, warga Bengkayang, Kamis (3/5).

Pemilik warung kopi di Pasar Bengkayang itu merasakan sendiri layanan kesehatan tersebut sekitar dua tahun lalu. Saat itu ia memeriksakan kehamilan pertamanya.

Senga menuturkan dari diagnosa dokter di Serawak, diketahui bahwa kandungannya berisi calon bayi kembar tiga. Padahal, usia kandungannya ketika itu masih muda, yakni sekitar dua bulan. Tidak hanya Senga, orang tuanya juga memilih berobat ke Malaysia. Orang tua Senga menjalani penghancuran batu ginjal di salah satu rumah sakit swasta di Serawak.

Keluarga Senga memilih berobat ke Malaysia karena mereka pernah memiliki pengalaman buruk dengan pelayanan medis di Indonesia. Seorang pamannya menderita impotensi setelah menjalani penghancuran batu ginjal di salah satu rumah sakit di Indonesia.

"Setelah dilaser, (serpihan) batu di ginjalnya turun ke saluran kencing. Bentuknya besar-besar dan selalu keluar saat kencing, sehingga menimbulkan infeksi," jelas ibu tiga anak itu.

Menurut Senga kerabat dan kenalannya juga banyak yang memilih berobat ke Serawak. Sebab, ongkos berobat di Negeri Jiran tersebut relatif sama dengan biaya rumah sakit di Indonesia. "Biaya perawatan orang tua saya sekitar Rp20 juta. Kurang lebih sama dengan biaya rumah sakit di Indonesia," ungkapnya.

Kabupaten Bengkayang merupakan satu di antara lima kabupaten di Kalimantan Barat yang berbatasan dengan Serawak, Malaysia. Ada dua kecamatan di Bengkayang yang berbatasan langsung dengan Serawak, yakni Siding dan Jagoi Babang.

Fenomena warga Kalimantan Barat berobat ke Malaysia bukan cerita baru. Tidak hanya warga di perbatasan Indonesia-Malaysia, warga dari kota dan kabupaten lainnya di provinsi tersebut juga banyak yang memilih berobat ke Malaysia.

"Pesawat rute Pontianak-Kuching (ibukota Serawak), sekitar 20% penumpangnya orang sakit," kata Ketua Komite Kerja sama Sosial dan Ekonomi Malaysia-Indonesia (Sosek Malindo) Dewan Perniagaan dan Perindustrian Serawak Datu Salleh Haji Sulaiman di Pontianak, beberapa waktu lalu.

Angka calon pasien tersebut belum termasuk yang berangkat melalui jalur darat. Pelayanan prima dan manusiawi serta kepastian biaya dan diagnosa menjadi alasan utama warga di Kalimantan Barat berobat ke Malaysia. (AR/OL-01)
Sumber: Media Indonesia. Kamis, 03 Mei 2012 17:24 WIB   

Mendagri akan Kunjungi Kecamatan Krayan-Nunukan

Gunawa Fausi

NUNUKAN,tribunkaltim.co.id- Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, 28 Mei dijadwalkan berkunjung ke Kecamatan Krayan. Gamawan merupakan satu-satunya menteri yang pernah menginjakkan kaki di daerah terisolir yang berbatasan dari dengan Serawak, Malaysia itu.

Bupati Nunukan Basri mengatakan, 27 Mei Mendagri  beserta sejumlah menteri yang berada dibawah koordinasi Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Gubernur Kaltim dan Bupati se-Kaltim dijawalkan berkunjung ke Pulau Sebatik. Selanjutnya 28 Mei, rombongan bertolak ke Kecamatan Krayan.

“Kemudian 29 kita di Grand Senyiur, Balikpapan. Seluruh Bupati di Kalimantan Timur  dan Kalimantan Barat, jadi satu merapat semua ke Balikpapan. Kita akan bicarakan pengembangan kawasan perbatasan,” ujarnya.

Sementara itu Camat Krayan Samuel ST Padan mengatakan, rencana kedatangan menteri telah dipersiapkan Pemkab Nunukan maupun pihak pemerintah kecamatan.

Kunjungan ini merupakan bagian dari deklarasi pembangunan kawasan perbatasan Indonesia. Kecamatan Krayan termasuk lokasi prioritas satu dalam program BNPP.


“Dari panitia kabupaten sudah dibentuk. Kita tinggal menunggu pembicaraan, ada rapat di provinsi dan Jakarta. Kita tunggu lagi. Tapi saya tanya, sudah ada kepastian tanggal 28,” ujarnya.


Samuel berharap, pada acara itu Mendagri
dapat berdialog dengan masyarakat. Setelah kunjungban dimaksud, diharapkan pemerintah pusat memberikan perhatian terhadap daerah yang berbatasan darat langsung dengan Malaysia itu.
Sumber:Tribun Kaltim - Kamis, 3 Mei 2012 18:32 WITA             

Senin, 23 April 2012

Faridil Kecewa Minimnya Perhatian Terhadap Perbatasan

Faridil Murad
NUNUKAN - Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Nunukan Faridil Murad kecewa dengan minimnya perhatian dari pemerintah pusat maupun Pemprov Kaltim untuk pembangunan daerah di perbatasan RI-Malaysia, khususnya di Kabupaten Nunukan.


Kalaupun pusat dan provinsi mengalokasikan anggaran untuk pembangunan perbatasan, hal itu tidak dikelola daerah. Padahal seharusnya anggaran itu langsung dikelola daerah, karena Pemkab Nunukan yang lebih tahu persoalan di perbatasan.


“Jangan kita sekarang ini ngomong perbatasan. Pemerintah pusat, pemerintah provinsi mari kita membangun perbatasan. Digembargemborkan sana sini, dibangun perbatasan. Tetapi ujung-ujungnya mana? Mana buktinya? Jangan kita bicara, ngomong, istilahnya menjanjikan kepada rakyat di perbatasan bahwa kita menurunkan dana ratusan miliar, bukan ratusan juta lagi, tetapi hasilnya mana? Implikasinya kepada rakyat mana?” katanya.


Faridil mengatakan, jika Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan (BNPP) hendak membangun daerah perbatasan semestinya mereka meninjau langsung kondisi daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia.


Pemerintah pusat harus merealisasikan janjinya kepada Pemkab Nunukan untuk membangun daerah perbatasan. Jangan hanya menyampaikan wacana, namun hingga kini anggaran untuk pembangunan perbatasan belum juga diberikan kepada Pemkab Nunukan.
 
Sumber: Tribun Kaltim - Senin 23 April 2012
 

Kamis, 19 April 2012

Perdagangan

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto (tengah) berbincang bersama (dari kiri ke kanan) Wakil Ketua Dewan Penasihat Kadin Rachmat Gobel, Ketua DPD RI Irman Gusman, Ketua Dewan Penasihat Kadin Fahmi Idris, dan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Oesman Sapta di sela peringatan HUT Kadin Indonesia ke-43 di Jakarta, 22 September 2011 lalu. Foto: Investor Daily/TINO OKTAVIANO
KADIN:
Regulasi Perdagangan Harus Berpihak ke Rakyat Perbatasan
Sabtu, 14 April 2012 | 22:01

JAKARTA- Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menginginkan berbagai regulasi perdagangan yang dikeluarkan pemerintah dapat berpihak kepada kepentingan rakyat perbatasan khususnya dalam kesenjangan infrastruktur dan ekonomi.

"Yang mendominasi konflik (di daerah perbatasan) karena beberapa hal seperti disparitas harga komoditas untuk konsumsi seperti gula, terigu, beras, elpijim, dan elektronik yang lebih murah bila dibeli di daerah tetangga dibanding barang dari Indonesia," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik Natsir Mansyur, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Natsir, hal tersebut antara lain karena regulasi pemerintah yang serba kaku sehingga membuat aparat keamanan Indonesia di daerah perbatasan mengalami kesulitan dan dihadapkan pada kondisi dilematis.

“Bila mengacu pada regulasi atau aturan yang diberlakukan, maka tidak akan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat perbatasan,” kata Natsir.

Namun di sisi lain, ujar dia, perdagangan di kawasan perbatasan juga rawan dengan sejumlah tindak pidana penyelundupan.

"Jika saja pemerintah bisa mengatur mekanisme perdagangan yang berpihak bagi rakyat perbatasan, mengapa harus mengekangnya dengan aturan pusat yang di lapangan tidak bisa diberlakukan," katanya.

Natsir juga mengemukakan, setiap daerah perbatasan berbeda kondisinya tetapi Kadin menemukan di sejumlah daerah bahkan terdapat regulasi perdagangan yang sudah 30 tahun tidak direvisi.

Selain itu, Natsir juga menyayangkan bahwa selama ini, hanya Kementerian Perdagangan yang diberikan dispensasi kebijakan boleh mengimpor gula langsung tapi tidak mampu membuat kondusif yang bagi perbatasan.

Padahal, menurut dia, terdapat daerah yang sudah enam tahun meminta untuk dispensasi kebijakan impor gula untuk konsumsi tetapi masih tidak diberikan.

Ia berpendapat, hal tersebut mendekati potensi konflik dan tak jarang memicu keinginan dari sejumlah warga untuk berpindah kewarganegaraan. (ant/gor)
Sumber: http://www.investor.co.id

Perjanjian Perdagangan Lintas batas

Rabu, 18 April 2012

Perjanjian 600 Ringgit Rugikan Indonesia

Pontianak
 – 
Perjanjian perdagangan lintas batas (border trade agreement) antara Indonesia dan Malaysia dinilai berbagai kalangan di Kalbar tidak lagi relevan dengan realitas yang terjadi.

Isi perjanjian yang mengatur tata niaga perbatasan kedua negara sebesar 600 Ringgit bagi setiap pemegang Pas Lintas Batas (PLB) per bulan dan mengenakan pajak impor bagi transaksi yang melebihi kuota, lebih menguntungkan masyarakat di Serawak Malaysia daripada warga Kalbar.

Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan dan Kerja sama (BKPK) MH Munsin mengakui tata niaga perbatasan memang sudah selayaknya direvisi, mengingat kondisi perekonomian masyarakat perbatasan yang mulai membaik.

“Idealnya, batas transaksi jual-beli sebesar 1.500 Ringgit agar mampu mengangkat derajat perekonomian masyarakat di wilayah perbatasan Kalbar,” jelasnya.

Sebenarnya pemerintah pusat telah mengusulkan draf revisi perjanjian dalam forum Sosek Malindo, namun pembahasan oleh delegasi kedua negara belum memasuki tahap final.

Lebih lanjut Munsin mengatakan sejak diberlakukan tahun 67 silam, border trade agreement (BTA) telah direvisi pada tahun 1970, namun rencana revisi kedua yang dimulai sejak tahun 1994 lalu, hingga saat ini belum rampung.

Dari 16 PLB tradisional di Kalbar yang menerapkan aturan perjanjian perdagangan lintas batas, 5 di antaranya sedang diusulkan untuk menjadi PLB resmi. Namun perlakuan khusus hanya berlaku pada daerah yang berada di lini 1 yakni berbatasan darat langsung dengan negara tetangga.

“Sebagian besar masyarakat perbatasan di Kalbar seperti di PLB Entikong Kabupaten Sanggau membeli kebutuhan sembako di negara bagian Serawak Malaysia Timur,” tutur mantan PLT Sekda Kalbar ini.

Namun belakangan menjadi celah bagi pemegang Pas Lintas Batas (PLB) untuk memasok gula dan mengedarkan keluar dari lini 1, sehingga dikategorikan gula ilegal atau gula selundupan.

Bahkan praktik penyelundupan gula kian marak seiring lemahnya pengawasan dari aparat dan di bagian lain akibat ketidakmampuan pemerintah menyuplai kebutuhan gula bagi masyarakat Kalbar. (dna)

Sumber: http://www.equator-news.com

Tanah Surga Katanya

Nunukan


Lihat Kabupaten Nunukan di peta yang lebih besar